Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif

Narkoba sebagai zat psikoaktif tak diragukan lagi mampu membuat penggunanya ketagihan hingga sakau. Penggunaannya yang berkepanjangan pun berakibat pada kerusakan tubuh penggunanya. Tak hanya fisik, mental pun ikut terdampak. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif banyak dialami pecandu.

 

Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif

Malah kini dengan makin banyaknya dibuat zat psikoaktif jenis baru maka efek merusaknya pun makin menjadi-jadi. Zat psikoaktif baru adalah “obat generasi ketiga” yang muncul setelah narkotika dan psikotropika. Zat psikoaktif Ini terutama diproses dan dimodifikasi berdasarkan struktur kimia obat generasi kedua atau generasi pertama, atau beberapa produk antara yang diproduksi dalam proses pembuatan obat, menghasilkan beberapa obat baru dengan efek tertentu.

 

Selain sintesis kimia, zat psikoaktif baru juga termasuk beberapa zat asal tumbuhan yang berpotensi adiktif. Karena penyalahgunaannya telah menyebabkan masalah kesehatan masyarakat dan sosial yang serius maka banyak negara di dunia menaruh perhatian besar pada masalah zat psikoaktif baru ini dalam beberapa tahun terakhir.

 

Zat psikoaktif baru dilaporkan ke United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) oleh beberapa negara sekitar tahun 2009 lalu. Sejak itu, semakin banyak negara mulai memperhatikan masalah ini dan melaporkan situasi yang relevan di negara mereka ke UNODC. Dalam beberapa tahun terakhir, jenis zat psikoaktif baru telah tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata lebih dari 20%, menunjukkan tren pertumbuhan "eksplosif". Hingga kini, tercatat lebih dari 700 jenis jauh melebihi jumlah narkotika jenis lama. Jenis dan jumlahnya masih terus meningkat.

 

Salah satu zat psikoaktif baru itu misalnya ketamin (atau bubuk K yang dibuat dengan bahan utama ketamin). Ketamin merupakan obat sintetis yang banyak disalahgunakan di berbagai negara. Obat berbahaya ini mampu menyebabkan masalah medis, kesehatan masyarakat, dan sosial yang serius. Bahkan gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif pun tak kalah mengerikannya.

 

Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif merupakan sebuah perilaku yang tak sesuai norma umum yang berlaku di masyarakat. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Zat Psikoaktif bisa dikatakan sebagai epidemi yang dialami berbagai negara hingga saat ini. Akibat gangguan mental dan perilaku efek konsumsi Zat Psikoaktif tak semata berdampak ke kesehatan fisik, namun juga mental pecandunya. Bahkan kehidupan sosial pun ikut terganggu.

 

Apa saja gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif? Dalam sebuah kasus yang pernah ditemui, penderita atau pecandu narkoba itu mengamuk dan merusakkan berbagai barang yang ditemuinya. Penderita pun marah ke setiap orang yang ada di hadapannya. Penderita malah sering berbicara sendiri, melantur ketika diajak berbincang, kerap memanjat plafon rumah sebab merasa ada orang yang ingin mengancam nyawanya.

 

Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif lainnya termasuk susah tidur hingga berhari-hari, berkeliaran tanpa tujuan, mengaku melihat hal gaib atau mendengar bisikan untuk melakukan sesuatu. Penderita pun mengklaim jika dirinya memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain.

 

Masalah kesehatan mental adalah efek negatif dari konsumsi obat-obatan terlarang dalam waktu lama. Itu dikarenakan kandungan senyawa dalam narkotika yang bisa menimbulkan gangguan otak apakah itu sistem saraf dan juga kerja otak.  Otak adalah organ tubuh yang sangat rumit. Nyaris segala kegiatan yang dilakukan manusia tergantung dengan otak. Mengkonsumsi narkotika untuk jangka panjang akan merusak cara neuron mengirim, menerima, ataupun mengolah sinyal lewat neurotransmitter.

 

Apabila keadaan tersebut terjadi terus-menerus maka ada muncul berbagai gangguan mental dan perilaku yang sering diderita oleh pecandu obat-obatan terlarang. Misalnya paranoia, gangguan kecemasan, depresi, gangguan panik, dan bahkan juga berhalusinasi. Jika sudah begitu maka kualitas hidup penderita pun menurun drastis. Tak ada solusi yang dapat diambil selain membawa penderita ke dokter atau panti rehabilitasi narkoba.

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif"