Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menjaga Kesehatan Mental Remaja

SmarteknologiRemaja tak boleh dibiarkan menghadapi gangguan mental sendirian. Sayangnya, semakin banyak remaja yang tidak memiliki pengasuhan yang memadai. Untungnya, Anda sebagai orangtua bisa mengubahnya. Bagaimana cara menjaga kesehatan mental remaja?

 

Cara Menjaga Kesehatan Mental Remaja

Remaja membentuk sekitar 16 persen dari populasi dunia, atau 1,2 miliar orang. Banyak perubahan yang terjadi pada masa remaja. Kita dapat menyebutkan, misalnya, biologis, sosial dan, tentu saja, psikologis. Ini adalah momen yang rumit bagi anak-anak dan orang tua mereka. Tahap remaja biasanya dibagi menjadi dua kategori usia yaitu 11-13 tahun dan 14-18 tahun.

 

Kesehatan Mental Remaja Usia 11 – 13 Tahun

 

Remaja usia 11-13 tahun, pada saat seorang anak mulai pubertas. Mereka biasanya sudah dapat mengungkapkan perasaannya dan memilih teman atau kegiatan ekstra kurikuler. Kemandirian ini terkait dengan konsentrasi yang lebih besar pada diri sendiri, minat dan kenalan. Remaja  pada usia ini mengalami banyak perubahan fisik (menstruasi pertama anak perempuan dan perubahan suara anak laki-laki).

 

Kematangan fisik, ditambah dengan ketakutan akan penampilan dan pengaruh kelompok sebaya yang semakin besar, memiliki dampak yang sangat besar terhadap kondisi emosional seorang remaja. Anak-anak pada usia ini mungkin menderita perubahan suasana hati, masalah makan, dan kelebihan belajar.

 

Mereka mungkin juga mengalami kesedihan dan kecemasan yang parah, yang sangat sering dikaitkan dengan rasa percaya diri yang rendah dan harga diri yang rendah. Ini bisa menjadi tahap perkembangan yang sangat rumit. Memastikan bahwa seorang anak selalu dapat berkonsultasi dengan orang tua, berbicara tentang kekhawatiran dan masalah mereka, adalah sangat penting.

 

Sebagai orang tua Anda perlu menemukan waktu dan tempat untuk berbicara dengan anak Anda. Anda tidak bisa menekannya atau memiliki harapan yang tinggi. Anda perlu meluangkan waktu untuk berpikir matang-matang tentang memulai percakapan sambil mengerjakan pekerjaan rumah, memasak, atau melakukan perjalanan bersama. Biarkan percakapan berlangsung secara alami dan menjadi dialog. Seharusnya tidak terbatas hanya menanyai anak Anda. Anda harus memasukkan suasana hati remaja Anda di sini. Jika dia mengalami hari yang buruk atau banyak pekerjaan, jadwalkan ulang berbicara dari hati ke hati.

 

Jika Anda mengamati perubahan suasana hati atau perilaku anak Anda, beri tahu mereka dengan lembut dan tanyakan apakah mereka ingin mendiskusikannya. Percakapan dengan anak Anda harus terbuka dan jujur. Dengarkan apa yang anak Anda coba sampaikan kepada Anda dan dorong mereka untuk mengatakan pendapat mereka sendiri. Yakinkan mereka untuk berpikiran terbuka dan tekankan bahwa Anda berada di pihak mereka. Tanyakan kepada anak Anda apa yang menurut mereka perlu dilakukan dan diubah. Jika anak tidak tahu, tawarkan dia untuk memecahkan masalah bersama. Anda perlu mendukung anak remaja Anda, termasuk membuatnya merasa terbaik. Ada beberapa tindakan yang harus dihindari orang tua :

 

·        Jangan beri tahu anak Anda apa yang harus dilakukan. Lebih baik tanyakan bagaimana Anda bisa membantunya.

·        Jangan abaikan dan kurangi emosi anak Anda.

·        Jangan berdebat. Jika terjadi pertengkaran, cobalah untuk menyelesaikannya dengan cepat. Minta maaf dan mulai bicara lagi.

·        Jangan salahkan orang lain (sekolah, guru, teman). Itu tidak akan membantu sama sekali.

·        Jangan membandingkan. Jangan katakan bahwa, misalnya, "anak-anak lain tidak memiliki masalah ini."

 

Anda harus ingat bahwa kesabaran dan tindakan yang konsisten adalah yang paling penting untuk mencapai kesepakatan. Pada usia ini, anak Anda mungkin kurang menyayangi Anda. Anda mungkin berpikir bahwa dia kasar dan tidak bisa mengendalikan amarahnya. Namun, remaja hanya ingin lebih mandiri dan memiliki kontrol lebih. Anda harus ingat bahwa remaja membutuhkan waktu. Namun, Anda harus menjelaskan kepadanya bahwa Anda mencintainya. Anda ingin ia merasa sehat secara mental dan bahagia.

 

Kesehatan Mental Remaja Usia 14 - 18 Tahun

 

Pada masa ini, remaja secara perlahan memasuki masa dewasa. Mereka mengembangkan kepribadian mereka sendiri dan mencari kemandirian dan tanggung jawab yang lebih besar. Semakin sering mereka berteman melalui media sosial dan smartphone. Sebagai hasil dari kegiatan ini, mereka dapat menghabiskan lebih sedikit waktu dengan keluarga mereka dan lebih banyak waktu dengan teman-teman.

 

Ini juga merupakan waktu perubahan fisik untuk anak perempuan dan laki-laki. Kemudian remaja mungkin khawatir tentang berat badannya, misalnya. Anak-anak pada usia ini mungkin memiliki masalah makan, merasa cemas, mengalami perubahan suasana hati dan keadaan depresi. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya harga diri atau masalah mental yang lebih lanjut.

 

Kesehatan mental remaja yang tidak menguntungkan dapat dikaitkan dengan risiko lain dan perilaku berisiko. Ini bisa berupa, misalnya, penggunaan alkohol atau narkoba, serta perilaku seksual yang tidak aman. Karena banyak perilaku tak sehat menyebar dari masa remaja hingga dewasa, maka sangat penting untuk mendukung anak remaja Anda dalam mengadopsi kebiasaan sehat. Adalah penting bahwa dia merasakan dukungan Anda dan tahu bahwa dia dapat mengandalkan orangtuanya di masa-masa sulit. Tunjukkan padanya cinta, pengertian, dan dukungan.


Klik juga


 

https://news.detik.com/berita/d-6039657/ashefa-griya-pusaka-solusi-pemulihan-untuk-pecandu-narkoba

https://www.kompas.com/parapuan/read/533344987/angka-prevalensi-pengguna-narkoba-terus-menanjak-ashefa-griya-pusaka-siapkan-program-individual-treatment

https://news.okezone.com/read/2022/08/24/1/2653816/ini-tahapan-rehabilitasi-narkoba-dengan-program-lengkap-dan-terintegrasi

https://bisnis.tempo.co/amp/1626204/ashefa-griya-pusaka-kedepankan-kualitas-rehabilitasi-narkoba

https://www.viva.co.id/siaran-pers/1511898-ashefa-griya-pusaka-usung-metode-komprehensif-program-rehab-narkoba?page=1

https://www.republika.co.id/berita/rgwlne423/ashefa-griya-pusaka-hadirkan-program-rehabilitasi-narkoba-komprehensif

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5036532/pentingnya-sosialisasi-kenakalan-remaja-dilakukan-secara-masif

https://radarjogja.jawapos.com/kesehatan/2022/04/20/ashefa-griya-pusaka-solusi-pemulihan-pecandu-narkoba/

https://www.kompasiana.com/advertorial/6300880e3555e43ba60e8883/ashefa-griya-pusaka-sediakan-layanan-rehabilitasi-narkoba-secara-komprehensif-dan-terintegrasi

https://fajar.co.id/2022/08/21/ashefa-griya-pusaka-fasilitasi-rehabilitasi-narkoba-yang-terintegrasi-dan-profesional/

https://www.antaranews.com/berita/3069581/rehabilitasi-solusi-sembuhkan-ketergantungan-terhadap-narkoba

https://www.beritasatu.com/archive/840245/ini-payung-hukum-rehabilitasi-bagi-pengguna-dan-pecandu-narkoba

https://www.suara.com/pressrelease/2022/08/23/193427/tak-harus-kalah-untuk-menang-ashefa-griya-pusaka-tawarkan-rehabilitasi-narkoba-yang-fleksibel

https://www.harianhaluan.com/news/pr-104200035/mau-pulih-dari-ketergantungan-narkoba-ini-solusinya

https://jatimtimes.com/baca/272024/20220824/101700/menjalani-rehabilitasi-narkoba-kalah-untuk-menang

 https://www.kompasiana.com/dewiegagunawanbackpencetlink8170/624c0b0a32c4c654a213dcd5/gejala-gangguan-mental-skizofrenia-pengobatannya?page=all#section1

Posting Komentar untuk "Cara Menjaga Kesehatan Mental Remaja"