Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Narkotika dan psikotropika

Narkotika dan psikotropika adalah dua zat kimia yang biasa disingkat dengan NAPZA (NArkotika, Psikotropika, Zat Adiktif). Dari sudut pandang bidang medis, narkotika merupakan zat yang dapat menyebabkan pingsan, relaksasi otot, serta pengurangan atau penghapusan kepekaan. 

Sedangkan, psikotropika merupakan zat kimia yang bekerja pada pikiran yaitu pada kehidupan mental secara sadar maupun tidak sadar seseorang. Berdasarkan laporan dari laman BNN per Desember 2020, narkotika dan psikotropika menjadi salah satu kasus penyalahgunaan yang sangat tinggi di Indonesia, mencapai lebih dari 14.000 kasus. Maka dari itu, pentingnya memahami serta mengedukasi agar dapat meminimalisir peningkatan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika terutama pada generasi muda.

Narkotika

Pengertian Narkotika dan psikotropika


Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik itu sintetis maupun semi sintetis. Zat ini memicu beberapa efek seperti penurunan atau perubahan kesaaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menyebabkan ketergantungan. Hukum terkait narkotika diatur dalam Undang – Undang Republk Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika . Menurut Undang – Undang, narkotika dibagi menjadi 3 golongan yaitu, sebagai berikut:

·           Narkotika Golongan I

Narkotika Golongan I merupakan narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk mengakibatkan ketergantungan. Dilarang untuk diproduksi serta digunakan pada proses produksi kecuali dalam jumlah sangat terbatas demi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia medis, produksi untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia medis, diawasi secara ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang termasuk Narkotika Golongan I yaitu, sebagai berikut opium mentah, tanaman koka, heroin, amfetamin, dan lain-lain.

 

·           Narkotika Golongan II

Narkotika Golongan II merupakan narkotika yang memiliki khasiat dalam pengobatan serta digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Narkotika Golongan II yang berupa bahan baku, baik alami maupun sintetis yang digunakan dalam memproduksi obat, diatur dengan Peraturan Menteri, yang termasuk Narkotika Golongan II yaitu, sebagai berikut Alfentanil, metadon, petidin, dan lain-lain.

 

·           Narkotika Golongan III

Narkotika Golongan III merupakan narkotika yang memiliki khasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Sama seperti Narkotika Golongan II pada Narkotika Golongan III yang berupa bahan baku, baik alami maupun sintetis yang digunakan sebagai produksi obat diatur dengan Peraturan Menteri, yang termasuk Narkotika Golongan III yaitu, sebagai berikut kodein, norkodein, propiram, dan lain-lain.

 

Psikotropika

psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoatif melalui pangaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika hanya dapat diproduksi oleh pabrik obat yang telah memiliki izin sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hukum terkait psikotropika diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1997 tentang psikotropika. Menurut Undang – Undang, psikotropika dibagi menjadi 4 golongan yaitu, sebagai berikut:

·           Psikotropika Golongan I

Psikotropika Golongan I merupakan psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak dapat digunakan untuk terapi, serta mempunyai potensi yang amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan, yang termasuk ke dalam Psikotropika Golongan I diantaranya Brolamfetamina, Katinona, Mekatinona, dan lain-lain.

 

·           Psikotropika Golongan II

Psikotropika Golongan II merupakan psikotropika yang memiliki khasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan, yang termasuk kedalam Psikotropika Golongan II diantaranya Amfetamina, Metakualon, Zipepprol, dan lain-lain.

 

·           Psikotropika Golongan III

Psikotropika Golongan III merupakan psikotropika yang memiliki khasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang, serta dapat mengakibatkan sindroma ketergantungan, yang termasuk kedalam Psikotropika Golongan III diantaranya Katina, Amobarbital, Pentazosina, dan lain-lain.

 

·           Psikotropika Golongan IV

Psikotropika Golongan IV merupakan psikotropika yang memiliki khasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan, yang termasuk kedalam Psikotropika Golongan IV diantaranya Diazepam, Estazolam, Etinamat, dan lain-lain.

 

Kesimpulan

Walaupun narkotika dan psikotropika memiliki manfaat untuk pengobatan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia medis. Namun, keduanya sangat amat mugkin untuk disalah gunakan. Jika digunakan secara asal dan untuk tujuan rekreatif, maka keduanya dapat amat sangat merugikan kesehatan penggunanya. Meski terdapat golongan psikotorpika lainnya yang tidak berpotensi menyebabkan ketergantungan, namun, golongan ini umumnya dikategorika sebagai obat keras.

Demikian penjelasan mengenai narkotika dan psikotropika, seseorang yang memiliki keinginan untuk terlepas dari kecanduan narkoba pastinya membutuhkan suatu program pengobatan maupun rehabilitasi yang tentunya diawasi oleh dokter maupun tenaga ahli yang telah cukup berpengalaman dibidang tersebut, tentunya Ashefa Griya Pusaka menyediakan semua itu. Apabila kamu atau orang terdekat memiliki pertanyaan terkait hal ini maka segeralah untuk mengambil tindakan dengan berkonsultasi kepada psikiater maupun dokter yang terpercaya serta berpengalaman. Jika kamu masih bingung dalam mencari tempat yang tepat, kamu bisa segera berkonsultasi di pusat rehabilitasi narkoba Ashefa Griya Pusaka. Tim tenaga medis Ashefa Griya Pusaka akan selalu siaga memberikan informasi terkait pertanyaan maupun keluhan yang kamu butuhkan, kapan saja dan dimana saja.

Posting Komentar untuk "Pengertian Narkotika dan psikotropika"